Man Jaalasa Jaanasa!
Man Jaalasa Jaanasa!
Oleh: Ustadz Fahrul Rozi, S. Hum.
Bismillahirrahmanirrahim
عَنْ أَبِي مُوْسَى الْأَشْعَرِي -رَضي الله عنه- أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قال : "إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصًالٍحٍ وًجًلٍيْسِ السَوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ و نَافِخِ الْكِيْرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيْثَةً –رواه البخاري و مسلم-
Dari Abu Musa al Asy’ari Ra. Sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda : “tiada lain perumpamaan sahabat yang shalih dan sahabat yang buruk perangainya seperti penjual parfum dan pandai besi. Maka seorang penjual parfum bisa jadi ia menghadiahkan parfum itu kepadamu, atau ia menjualnya padamu, atau engkau mendapatkan wanginya. Adapun seorang pandai besi bisa saja ia membakar pakaianmu atau kamu mendapatkan darinya bau tak sedap (khabiitsah) – Hr. Al bukhari dan Muslim-
Dan dalam sebuah riwayat lain dari Yazid bin Abdillah bin Abi Bardah dari Ibnu Abi safar diungkapkan riihan muntanitah “Bau yang muntanitah” yaitu bau yang tidak sedap yang membuat orang lari karenanya, jika dikatakan antana at-Tha’am maksudnya makanan itu telah rusak dan menyebarkan bau tak sedap.
Kalimat Innamaa disebut oleh ulama Balaghah sebagai adat Qashr sedangkan oleh ulama nahwu sebagai hasyr yang diterjemahkan dengan tiada lain, berfungsi membatasi objek yang sedang dibahas dengan predikat tertentu. Dalam hal ini Rasulullah membatasi hanya penjual wewangian & pandai besi lah perumpamaan yang benar benar mewakili dan dapat menggambarkan secara utuh bagaimana pengaruh teman baik dan yang buruk terhadap perangai seseorang itu.
Maka berhati-hatilah dalam memilih seorang sahabat, sebab ia dapat dapat membentuk tabiatmu. Orang orang Arab Mengatakan : “man jaalasa jaanasa”, barangsiapa yang bersahabat dia akan menjadi sejenis. Karena jiwa biasa mengambil perangai baik atau buruk itu dari sahabat-sahabatnya.
Karennya Allah pencipta manusia yang Maha mengetahui segala yang baik dan buruk buat manusia mengingatkan tak cukup bertakwa tapi harus tepat mencari sahabat,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (Q.s. at Taubah : 119)
- Allahu a'lam
Sumber: @markaz_turoth_pasirjambu



Komentar
Posting Komentar